Ini hanyalah karya kecilku sebagai seorang fans drama korea "Pasta". Aku sebenarnya menulis diary ini sebagai obat kerinduanku pada dramkor tersebut. : )
Mulanya aku cuma nge-share diary ini di grup FB. Tapi kupikir-pikir, lumayan juga kalau aku nge-share di Blog. Lebih jauh jangkauannya. *kaya iklan operator HP aja* : p
So, Happy reading! (oya, leave comments juga yaa )
***
Yoo Kyung: Buku apa ini, Chef? (mengambil sebuah buku di samping tempat tidur Chef)
Chef: Jangan dilihat! (Chef merebut buku itu dari tangan ikan mas). Ini diary-ku.
Yoo Kyung: Tak kusangka ternyata Chef punya diary.... Apa diary itu berisi resep-resep makanan juga, seperti yang dulu pernah Chef berikan padaku?
Chef: Tentu saja tidak. Kalau berisi resep, aku justru akan memberikannya padamu lagi, bukannya merahasiakannya.
(Yoo Kyung mengangguk-angguk)
Yoo Kyung: Berarti isinya seperti diary-diary biasa?
Chef: Tentu saja tidak.
Yoo Kyung: Lalu, apa spesialnya?
Chef: Spesialnya karena diary ini meceritakan kembali kisah kita.
Yoo Kyung: Benarkah, Chef?
(Chef tersenyum)
Yoo Kyung: Chef...
Chef: Iya, Ikan Mas..
Yoo Kyung: Ijinkan aku melihat diarymu.
Chef: Tidak kuijinkan.
Yoo Kyung: Chef... (sambil menggoyang-goyangkan bahu Chef)
Chef: Apa lagi, Ikan Mas?
Yoo Kyung: Diary... Aku ingin melihatnya... Bagaimanapun ini kisah kita, kan? Aku ingin mengingat-ingatnya lagi...
Chef: Kau belum pernah pacaran denganku ya?
Yoo Kyung: Tuh kan.... Chef malah mulai lagi...
(Chef tertawa)
Yoo Kyung: Ya sudah... Aku pergi saja!
Chef: Tunggu ikan mas! (mencekal tangan Yoo Kyung). Aku kan hanya bercanda.
Yoo Kyung: Jadi?
Chef: Kau boleh melihat isi diary ini, Ikan Mas... Asal jangan pergi... Aku bisa mati kalau kau pergi... (menyodorkan diary-nya pada Yoo Kyung)
Yoo Kyung: (Mengambil diary-nya). Ya, Chef. Aku tak akan pergi. Aku akan setia di sini sambil membaca diary Chef ini.
Chef: terima kasih, Ikan Mas-ku.
^^
Saturday, December 10, 2011
Friday, December 9, 2011
Sag mir, dass du mich liebst. -- Katakan padaku bahwa kau mencintaiku
Kau benar-benar pria yang jenius. Kau pintar sekali membuatku gelisah. Kau selalu mengerti bagaimana membuatku gundah. Kau sangat mahir menembus otakku dan membuatku memikirkanmu sepanjang hari.
Tahukah kamu bagaimana sedihnya aku saat kau meninggalkanku? Kau pergi jauh tanpa mengatakan apapun padaku. Kau tak pernah sesekali mencoba untuk menghubungiku. Kau meninggalkanku dalam sebuah kegalauan.
Tahukah kamu betapa aku menginginkanmu? Aku ingin menjadi bagian dalam hidupmu. Menjadi air di saat kau haus, menjadi obat bius saat kau kesakitan, dan menjadi saputangan yang bisa menghapus airmata sedihmu.
Aku tak keberatan meruntuhkan harga diriku. Aku rela mengatakan rasa terpendam ini lebih dulu. Tahukah kamu bagaimana perjuanganku untuk mendapatkan alamatmu yang baru? Ke sanalah aku telah mengirimkanmu berpuluh-puluh surat tentang perasaanku. Aku juga telah mengirimkanmu SMS dan email tiap hari yang isinya sama (bahwa aku mencintaimu) -- yang belum pernah satu pun kau balas.
Tak tahukah kau bagaimana kekecewaanku ketika surat yang datang ternyata bukan darimu? Saat ponselku berdering dan yang masuk bukanlah SMS balasanmu? Dan saat aku membuka email, hanya ada spam yang selalu memenuhi inbox-ku?
Apakah kau benar-benar sudah tidak ingin bersamaku? Apa kau sudah bosan menjalin hubungan denganku? Aku benci berpikir bahwa kau seperti anak kecil yang sangat menyayangi mainan barunya, tetapi meninggalkannya saat ia sudah bosan. Aku benci diriku sendiri karena masih mencintai pria sepertimu.
Berilah aku satu kalimat saja. Beri tahu aku bahwa kau juga mencintaiku. Maka aku akan menunggumu. Menunggumu kembali ke sisiku dan menghapus pikiran buruk tentangmu.
Atau beri tahu aku bahwa kau tidak merasakan cinta seperti yang kurasakan. Aku akan menghargai kata-kata dan perasaanmu. Tapi, jangan lupa bahwa München dan Leipzig telah menjadi saksi bisu tumbuhnya kenangan indah kita. Kenangan ketika aku berada dalam dekapanmu dan melihat binar-binar cinta di bola matamu. Kau tak bisa memungkiri hal itu.
Also, sag mir dass du mich liebst.
Tahukah kamu bagaimana sedihnya aku saat kau meninggalkanku? Kau pergi jauh tanpa mengatakan apapun padaku. Kau tak pernah sesekali mencoba untuk menghubungiku. Kau meninggalkanku dalam sebuah kegalauan.
Tahukah kamu betapa aku menginginkanmu? Aku ingin menjadi bagian dalam hidupmu. Menjadi air di saat kau haus, menjadi obat bius saat kau kesakitan, dan menjadi saputangan yang bisa menghapus airmata sedihmu.
Aku tak keberatan meruntuhkan harga diriku. Aku rela mengatakan rasa terpendam ini lebih dulu. Tahukah kamu bagaimana perjuanganku untuk mendapatkan alamatmu yang baru? Ke sanalah aku telah mengirimkanmu berpuluh-puluh surat tentang perasaanku. Aku juga telah mengirimkanmu SMS dan email tiap hari yang isinya sama (bahwa aku mencintaimu) -- yang belum pernah satu pun kau balas.
Tak tahukah kau bagaimana kekecewaanku ketika surat yang datang ternyata bukan darimu? Saat ponselku berdering dan yang masuk bukanlah SMS balasanmu? Dan saat aku membuka email, hanya ada spam yang selalu memenuhi inbox-ku?
Apakah kau benar-benar sudah tidak ingin bersamaku? Apa kau sudah bosan menjalin hubungan denganku? Aku benci berpikir bahwa kau seperti anak kecil yang sangat menyayangi mainan barunya, tetapi meninggalkannya saat ia sudah bosan. Aku benci diriku sendiri karena masih mencintai pria sepertimu.
Berilah aku satu kalimat saja. Beri tahu aku bahwa kau juga mencintaiku. Maka aku akan menunggumu. Menunggumu kembali ke sisiku dan menghapus pikiran buruk tentangmu.
Atau beri tahu aku bahwa kau tidak merasakan cinta seperti yang kurasakan. Aku akan menghargai kata-kata dan perasaanmu. Tapi, jangan lupa bahwa München dan Leipzig telah menjadi saksi bisu tumbuhnya kenangan indah kita. Kenangan ketika aku berada dalam dekapanmu dan melihat binar-binar cinta di bola matamu. Kau tak bisa memungkiri hal itu.
Also, sag mir dass du mich liebst.
Saturday, November 5, 2011
Refrain, by Winna Efendi
Refrain: novel karya Winna Efendi yang pertama kali aku baca. Jujur deh, dulu, aku nggak kenal penulis dengan nama "Winna Efendi" (mungkin karena dulu aku cuma baca teenlit terbitan gramed) sebelum temenku "pamer" novel Refrain ke sekolah.
Pertama-tama liat novel ini, yang kulihat adalah covernya *ya iya lah*. Kalau menurutku, covernya unik banget: ada amplopnya! Dan ternyata di dalam amplop ada tulisan "It's always been you". Keren banget kan....
Sinopsisnya gak kalah keren sama covernya lho... Begini sinopsisnya:
Tidak ada persahabatan yang sempurna di dunia ini, yang ada hanya orang-orang yang berusaha sebisa mungkin untuk mempertahankannya.Kalau bicara tentang isi, menurutku --dan beberapa temanku yang sudah membaca buku ini-- ceritanya sangat sederhana. Tentang cinta yang tumbuh ke sahabat kecil. Kalau mau tahu isi selengkapnya, bisa baca sendiri novelnya... : D
**
Ini bisa jadi sebuah kisah cinta biasa. Tentang sahabat sejak kecil, yang kemudian jatuh cinta kepada sahabatnya sendiri. Sayangnya, di setiap cinta harus ada yang terluka.
Ini barangkali hanya sebuah kisah cinta sederhana. Tentang tiga sahabat yang merasa saling memiliki meskipun diam-diam saling melukai.
Ini kisah tentang harapan yang hampir hilang. Sebuah kisah tentang cinta yang nyaris sempurna, kecuali rasa sakit karena persahabatan itu sendiri.
**
Tapi, walaupun sederhana --seperti yang tertulis di sinopsis "Ini bisa jadi sebuah kisah cinta biasa"-- kak Winna Effendi mampu menyajikannya dengan gaya menulis yang gak ada tandingannya. Ceritanya bisa begitu mengalir dan enak dibaca. Cocok banget buat kamu yang suka novel ringan.
Kekurangan novel ini? Hm... Apa ya? Tanyakan saja pada rumput yang bergoyang~ *lho?*
Karena aku juga gak tahu kekurangannya apa.... : )
Dan yang terakhir, aku cuma mau bilang: abis baca novel ini, jangan kaget kalau kamu bakal pengen baca novelnya kak Winna yang lain. Hehe..
Tuesday, November 1, 2011
Bioloveculer #3 : I love you, more than I love biology

I love learning about glycolysis,
But I love learning about your gestures more.
I love imagining about the cell's activity,
But I love imagining about your daily activities more.
I love looking at the DNA's structure,
But I love looking at your eyes more.
I love remembering about the metabolism process,
But I love remembering about your sweet fragrance more.
I love molecular biology,
But I love you more.
Monday, October 31, 2011
Bioloveculer #2 : Broken Heart
I guest, Our love will lasts forever,
Even when we have been in the heaven.
But, my guess is incorrect.
Your another love enters our Love Cell.
And makes some Deletion Mutations
In our Faith Chromosomes.
Do you know how sad I am?
Because you had done the autolysis in our Love Cell
Before our Love Cell could be replicated.
However,
You have to know
Whenever you are
Wherever you go
I will always love you
Even though you have broken my heart... :' )
Saturday, October 29, 2011
God will give you the best!
Pernahkah kamu mengalami saat dimana hidup terasa begitu membingungkan?
Pernahkah kamu mengalami saat dimana hidup terasa penuh dengan ketidak adilan?
Pernahkah kamu mengalamu saat dimana hidup terasa menyedihkan dan memilukan?
Pernahkah kamu merasa bahwa kamu sudah berusaha keras, tetapi takdir tak memihak padamu?
Pernahkah kamu merasa bahwa kamu sudah yakin tentang keberhasilanmu, tetapi takdir berkata lain?
Begitu menyakitkan, bukan?
Apalagi kamu telah mencobanya berkali kali, namun tetap gagal juga.
Apakah rasa sakit itu membuatmu menangis?
Atau membuatmu memaki Tuhan karena dia tidak mengabulkan doamu?
Atau membuatmu rendah diri dan tak berani lagi menatap masa depan?
Atau membuatmu lebih memilih pesimis daripada optimis, karena optimis membuatmu 2x lebih sakit saat keinginanmu tak terkabul?
Tapi, sadarkah kamu?
Bahwa kegagalan bisa membuatmu menjadi lebih baik.
Bahwa kegagalan bisa membuatmu terpacu untuk lebih bekerja keras.
Bahwa kegagalan bisa membuat kemenanganmu kelak menjadi begitu menggembirakan.
Dan percayalah,
Walaupun takdir tak bisa ditebak, tetapi takdir akan berada di sisimu. Suatu saat nanti.
Lagi pula, setiap kali kamu gagal (saat sudah berusaha semaksimal mungkin) berarti Tuhan memindahkan kemenanganmu ke waktu yang lain.
Maka, optimislah bahwa Tuhan akan memberimu yang terbaik.
God Bless You :)
Pernahkah kamu mengalami saat dimana hidup terasa penuh dengan ketidak adilan?
Pernahkah kamu mengalamu saat dimana hidup terasa menyedihkan dan memilukan?
Pernahkah kamu merasa bahwa kamu sudah berusaha keras, tetapi takdir tak memihak padamu?
Pernahkah kamu merasa bahwa kamu sudah yakin tentang keberhasilanmu, tetapi takdir berkata lain?
Begitu menyakitkan, bukan?
Apalagi kamu telah mencobanya berkali kali, namun tetap gagal juga.
Apakah rasa sakit itu membuatmu menangis?
Atau membuatmu memaki Tuhan karena dia tidak mengabulkan doamu?
Atau membuatmu rendah diri dan tak berani lagi menatap masa depan?
Atau membuatmu lebih memilih pesimis daripada optimis, karena optimis membuatmu 2x lebih sakit saat keinginanmu tak terkabul?
Tapi, sadarkah kamu?
Bahwa kegagalan bisa membuatmu menjadi lebih baik.
Bahwa kegagalan bisa membuatmu terpacu untuk lebih bekerja keras.
Bahwa kegagalan bisa membuat kemenanganmu kelak menjadi begitu menggembirakan.
Dan percayalah,
Walaupun takdir tak bisa ditebak, tetapi takdir akan berada di sisimu. Suatu saat nanti.
Lagi pula, setiap kali kamu gagal (saat sudah berusaha semaksimal mungkin) berarti Tuhan memindahkan kemenanganmu ke waktu yang lain.
Maka, optimislah bahwa Tuhan akan memberimu yang terbaik.
"The darkest night is often the bridge to the brightest tomorrow" - Jonathan Lockwood
God Bless You :)
Tuesday, October 11, 2011
BioLovecular : Biomolecular lover's love words
Aku dan kamu...
Kita seperti basa purin dan pirimidin yang saling melengkapi
Membentuk untaian cinta yang lebih panjang daripada DNA dalam kromosom tubuh kita sendiri
Aku dan kamu...
Kita bersatu membentuk cinta yang bulat tak berujung
Seperti DNA sirkuler pada bakteri: plasmid
Aku dan kamu...
Tak ada intron dalam cinta kita
Semuanya ekson
Karena buah-buah cinta kita selalu bermakna
Tahukah kamu?
Bahwa kamu seperti Magnesium.
Eh tidak, maksudku kamu benar-benar Magnesium
Kamu adalah pusat cincin porifin dalam hijaunya klorofil cinta di hatiku.
with love,
Your Love
Subscribe to:
Posts (Atom)



